Minggu, 07 Juli 2013

GENDING DAN SASTRA



ketika keghaiban terungkap
perwujudan realitas
hakikat dinamakan a'yanu tyabithah
yang pria dan wanita telah terbukti
berpadu dalam kesatuan nada
berupa Laa Ilahaa Ilallah
irama terus mengalun kesejatian sang Alif



gending mengalun dalam tangis
oleh kehebatan makna yang terhampar
perbuatan yang membawa keselamatan
serta keutamaan hidup
yang hingga akhir tujuan
dalam segala keluhuran yaitu kemuliaan kematian
tak lain adalah syareat
kesempurnaan dunia yang seharga dunia seisinya

manusia yang menghormati gending
keinginan dalam hatinya ibarat cangkring tumbuh jadi blendung
yaitu antara anak dan bapak
meskipun anak di didik oleh bapak
bisa juga menjadi berbeda

sungguh terhamparnya semesta
tentu dunia tak akan terbentuk
bila yang fana mendahului yang abadi
logika yang terjungkir balik

adapun sastra 
sejatinya adalah Alif
seperti wujud bulatan 
tanpa ujung tanpa pangkal
tanpa bentuk tanpa penampakkan
tanpa tempat dalam ruangan
tanpa akhir dan bermula
menjadi isyarat untuk memuja Sang Pencipta

selama masih ber PAYUNG LANGIT
berpijak di punggung bumi
meski lahir dari seorang babu
siapapun bapak ibunya
hakikat Alif - Nya tetap mulia
semulia hakikat wujud - Nya

seperti suami dan istri
bila bersetubuh dalam kebenaran
merupakan perumpamaan
bagi pengetahuan sejati
meleburnya yang fana dan baqa
antara Zat dan Sifat
antara sastra dan gending
antara hati dan pikiran
rahasia pria wanita yang terangkum
menyatu dalam kesatuan

Mulajamah kesatuan dua hal
yang itu menjadi kiasan
substansi kejantanan
pemikiran yang bermula dari Alif
bagai sosok dalam cermin
itulah per umpamaan
yang bercermin itu adalah gending
selesai bercermin
BAYANGAN kembali pada sastra

ada itu ber awal dari T1ada 
T1ada yang ada
meskipun ke T1ada an
hakikat Zat Maha Kaya
yaitu yang menguasai 
hakikat sastra tunggal T1ada duanya

salah satu hakikat gending dan sastra
mana yang lebih tinggi derajatnya
itu harus difahami
jangan sampai bingung dan ragu
menjadi pertanda ridho Ilahi
harus selalu yakin
mengikuti para alim







= = = = = = = =  = = = = = = = =



sedikit kupasan tentang Gending dan Sastra
dalam kehidupan





semoga bermanfaat




.

Selasa, 04 Juni 2013

Ketika Ayat BASMALLAH Diturunkan





referensi link DI SINI

Al - Kisah :

Ketika BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM diturunkan


Awan-awan bergerak ke timur

kemudian
angin-angin menjadi tenang
lautan bergelora
bintang-bintang semua mendengarkan dengan pendengarannya
syaitan-syaitan dilemparkan dari langit

demikianlah kehebatan ketika turunnya ayat

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM


maka

tidaklah berlebihan jika ayat ini menjadi bacaan pada setiap pembukaan surah

dan ayat ini juga menjadi bacaan pada saat memulai sesuatu pekerjaan

ayat ini ber-awal dari hurup Ba


hurup Ba akan tidak bermakna apa-apa jika tidak mempunyai titik

maka pada titik itulah Rahasia dari segala Rahasia ini dimulai


orang dapat membaca ayat Al-Qur an tanpa baris

namun
kita tidak dapat membaca ayat tanpa titik

Al-Qur an itu hanya dapat dibaca jika ada mempunyai titik-titiknya
setelah itu
barulah datang hurup yang pertama yaitu Alif


di dalam Al-Qur an hanya ada tiga titik

hurup ber titik yang ada dalam Al-Qur an berjumlah 102.440 hurup dari keseluruhan hurup yang berjumlah 320.779

ber arti :

hurup yang bertitik menjadi Nyawa bagi Al-Qur an itu sendiri

karena hampir setiap perkataan mempunyai hurup yang ber titik

kita perlu selami hal ini lebih mendalam

. . . . . . . . . . . . . . . .



sebenarnya 
apakah peranan titik-titik ini ...?


pada asal usulnya 
yang pada awalnya T1ada
yaitu Zaman 0


Zaman 0
hanya ada Zat Yang Maha Agung saja
yaitu zaman Dia bersifat Salbiyah

"BUKANKAH (SESUNGGUHNYA) TELAH DATANG ATAS MANUSIA 
SATU WAKTU DARI MASA
SEDANGKAN DIA KETIKA ITU BELUM MERUPAKAN SESUATU YANG DAPAT DISEBUT ? "
( Al Insan, ayat 1 )


ayat tadi menunjukkan telah datang disuatu zaman yang kita tidak tau kapan ...

saat itu manusia zahir dan bathin masih belum lagi ujud
 dan tidak tau abad kapan ...
atau ...
mungkin belum ada abad
yang Wujud ketika itu hanya Zat nya saja


bahwa pada zaman tersebut 
Rohani belum dijadikan oleh Tuhan 
atau Nur Muhammad belum lagi Ujud

zaman ini disebut sebagai :
LA TA'AYUN
(zaman yang T1ada kenyataan)

artinya 
pada zaman ini kita tidak dapat membuat apa-apa

Firman Allah dalam hadist Qudsi :

"AKU ADALAH PERBENDAHARAAN YANG TERSEMBUNYI
AKU INGIN DIKENAL
LALU AKU CIPTAKAN MAKHLUK INI
AGAR MEREKA MENGENAL-KU "


zaman ini dikenal sebagai :
TA'AYUN Awal
( kenyataan yang pertama )

yang mana pada zaman ini awal makhluk hendak dijadikan oleh Allah 
agar makhluk yang dijadikan-Nya itu mengenal Nya


zaman ini sudah ada satu kenyataan

awal Ilmu
yaitu ke Agungan Sifat Tuhan

zaman ini kita mengetahui bahwa Tuhan itu rupanya berbeda dengan makhluk yang mana Dia bersifat Salbiyah


" BI KANA MA KANA "

maksunya :
bersama-Ku ada apa yang telah ada ...


apa yang telah ada ...?

Nur Ala Nur
( cahaya di atas cahaya )

kemudian

di ikuti dengan

" BI KANU MA YAKUNU "

Nurullah

maksudnya :
bersama-Ku  akan ada apa saja yang akan ada


apakah yang akan ada ...?

Awal kejadian ....
atau 
Hakekatul Muhammad
yang berasal dari anasir Wujud, Ilmu, Nur dan Shuhud




yakni :

asal Wujud dari Zat

asal Ilmu dari Sifat

asal Nur dari Asma, dan

asal Shuhud dari Af'al


yaitu daripada Allah

zaman ini adalah zaman dua titik
( TA'AYUN SANI )


kemudian 

barulah dilengkapi Allah dengan  kenyataan yang ketiga
yaitu :

" FA WUJUDUL 'AWALIMI BI "

maksudnya :

adanya sekalian alam ini adalah dengan-Ku















demikianlah sedikit kupasan dalam ruangan ini
semoga bermanfaat




link referensi di sini







Sabtu, 27 April 2013

Zikir Para Arif Billah Menggetarkan Arsy





hai manusia

ketika dikatakan kepadamu untuk berzikir kepada Allah
maka bersegeralah engkau untuk berzikir kepada Nya

karena zikir mu kepada Nya akan membawamu lebih dekat lagi kepada Nya
dan zikir mu itu akan menggetarkan Arsy Tuhan mu 
sehingga para malaikat bertanya :
" ada apa ini", 
begitu diketahui bahwa ada seseorang yang berzikir kepada Allah

maka bersegeralah para malaikat bertasbih, bertahmid, bertahlil dan bertakbir
seraya memohonkan doa kehadirat Allah 
untuk kebaikan dan ke'afiatan orang yang tenggelam di lautan zikir


hai manusia,

ketahuilah olehmu 
bahwa tidak ada amalan yang paling disukai Allah 
dan lebih utama selain
Zikrullah

sebagaimana yang difirmankan Allah :

" DAN SESUNGGUHNYA MENGINGAT ALLAH ADALAH LEBIH BESAR
(KEUTAMAANNYA DARI IBADAT_IBADAT YANG LAIN)
DAN ALLAH MENGETAHUI APA YANG KAMU KERJAKAN "
( QS, Al Ankabut : 45 )


tanamkanlah dihatimu 
bahwa apabila engkau ber zikir kepada Allah 
(ingat kepada Allah)
maka sesungguhnya Allah hadir sertamu
dan mengetahui apa yang kamu kerjakan

karena itu apabila engkau ber zikir kepada Allah 
maka sucikanlah jiwamu terlebih dahulu

bukankah Allah Maha Suci ?
dan pantaskah engkau menghadap kepada Nya dengan jiwa yang belum tersucikan ?


sesungguhnya kesucian jiwa itulah yang akan menjadi saksi bagimu tatkala engkau ber zikir

tanpa jiwa yang tersucikan
maka zikirmu kepada Allah bukan mengantarkanmu dekat kepada Nya

akan tetapi akan membuatmu semakin jauh dengan Allah


zikir (ingat) mu kepada Allah tatkala didasari oleh jiwa yang kotor menyebabkan engkau berzikir bukan karena Allah
tetapi karena sesuatu selain Allah

lisan ber zikir kepada Allah
tetapi yang ada di hatimu bukan Allah
melainkan sesuatu selain Allah


bukan kah ...
Pahala..., Syurga..., Kedudukan..., Kemuliaan / Karomah
dll...dll...
adalah sesuatu selain Allah ???


bukankah itu semua sesuatu yang datang daripada Allah
dan BUKAN ALLAH ???

lalu pantaskah engkau ber zikir kepada Allah 
tetapi hadap hatimu kepada sesuatu selain Allah ...???


jika engkau ber zikir kepada Allah 
tetapi hatimu mengharapkan sesuatu selain ALlah 
maka engkau ber zikir bukan karena Allah
tetapi karena menurutkan Hawa Nafsu (keinginan) di dirimu

dan itulah suatu tanda bahwa jiwamu masih kotor dan belum tersucikan


sadari wahai manusia
...
hidup matimu hanya untuk Allah,
sholat dan ibadahmu hanya bagi Allah seru sekalian alam,
bukan kepada yang lain selain ALlah

Firman Allah :
KATAKANLAH :
SESUNGGUHNYA SHOLATKU, IBADAHKU, HIDUPKU DAN MATIKU HANYA UNTUK ALLAH, TUHAN SEMESTA ALAM
( QS, Al An'am : 162 )


hai manusia ...!

kesucian jiwa itu tidak akan engkau dapatkan sebelum engkau mengenal kepada Allah

jika engkau kenal kepada Allah 
maka Allah lah yang akan men suci kan jiwamu

kenalilah Allah hai manusia sebelum engkau menemui kematian
sebelum Sakratul Maut menjemputmu

jika engkau belum mengenal akan Allah
sedangkan kematian itu telah datang kepadamu
maka kerugianlah yang akan engkau dapatkan


Firman Allah :
DAN BARANG SIAPA YANG BUTA (HATINYA) DI DUNIA INI,
NISCAYA DI AKHIRAT (NANTI) IA AKAN LEBIH BUTA (PULA)
DAN LEBIH TERSESAT DARI JALAN (YANG BENAR )
( QS, AL-Israa' : 72 )


buta berarti tidak melihat
tidak melihat berarti tidak akan kenal

jika tidak kenal bagaimana mungkin engkau bisa mengatakan cinta kepada yang engkau sendiri tidak mengenalnya
dan tidak melihatnya


jika sudah demikian
tidaklah rasa cinta mu kepada yang engkau sendiri tidak mengenalnya
maka itulah yang dinamakan Cinta Buta


Rasulullah SAW bersabda :

SESEORANG ITU BESERTA DENGAN SIAPA YANG IA CINTA


jika cintanya kepada Allah dan Rasul Nya
karena mengenal Allah dan Rasul Nya
 maka ia akan beserta yang ia cintai


t e t a p i

jika ia mencintai
sedangkan ia sendiri tidak kenal kepada yang dicintai
lalu
kemanakah ia akan kembali ???

dan beserta siapakah ia ...???


















semoga bermanfaat




Rabu, 17 April 2013

Suluk Sholat Daim ( SHOLAHHUDDAIM )








DIAM adalah daim-mu dalam sholat

karena ma'rifat menjadi syahnya syarat

maka nyatalah dirimu yang sholat

hilang rasa

hilang raga


terasa T1ada yang sholat

kecuali AKU yang sholat

maka menjadi makhluk-mu

jika DIAM ini yang terjadi

karena yang T1ada menjadi ada

karena rupamu yang sholat dalam DIAM-mu tanpa waktu

dalam gerakmu yang tak ber rakaat

berkekalanmu dalam sholatmu


T1ada rupa

T1ada bentuk dalam nyata

T1ada hati

T1ada lisan dalam syarat

menjadi lebur 

menjadi satu dalam hakikat sholatmu

karena menjadi abadi dalam sholatmu

karena sholat mu menjadi abadi

 T1ada engkau yang sholat 

karena AKU-lah yang sholat

T1ada AKU yang sholat

karena engkaulah yang sholat




maka sholatlah daim-mu

dalam berkekalan baqo-mu





Minggu, 07 April 2013

RENUNGAN KESEJATIAN






dalam penantian sang hamba menuju kesempurnaan

maka akan dimulai dengan ilmu

dalam ilmu (pengetahuan) tidak akan memberikan manfaat (sia-sia)
jika tanpa didasari kesadaran dalam niat yang tulus

SESUNGGUHNYA MANUSIA ITU MATI,
KECUALI MEREKA-MEREKA YANG BERPENGETAHUAN,
DAN MEREKA-MEREKA YANG BERPENGETAHUAN BANYAK YANG TERTIDUR
KECUALI MEREKA-MEREKA YANG MENGAMALKAN,
DAN MEREKA-MEREKA YANG MENGAMALKAN BANYAK YANG TERTIPU 
KECUALI MEREKA-MEREKA YANG TULUS IKHLAS


ketika lautan hikmah dari segala ilmu terselami 
maka terlihatlah mutiara-mutiara indah yang sangat berkilauan

dan banyak di antara para salik yang mengambil mutiara-mutiara itu
karena saking takjub dan terpananya melihat keindahan mutiara-mutiara tersebut


ketika rasa takjub itu datang merasuk ke dalam Qalb
maka pada saat itu nyanyian ke ego an menyertai dan mengakibatkan diri hanyut dan tenggelam dalam Rasa/Zauq

ketahuilah

pada satu sisi 
rasa/zauq itu adalah "jalan/thoriqoh'
menuju Sang Sejati


akan tetapi 
apabila terlen dan hanyut dalam rasa/zauq itu
dan lupa akan "Sang Pemilik Rasa"
maka semakin banyak duri-duri yang akan tumbuh pada diri



lihatlah....disekeliling
berapa banyak yang asyik masuk dalam rasa 
berenang dalam kenikmatan rasa
lalu merasa kosong
lalu meraba dalam kosong
dan mengatakan tidak ada apa-apa
dan menyatakan inilah sejati
inilah puncak 
inilah akhir dari segalanya 
inilah ia


maka ketika hal itu telah tertanam
maka itulah akar daripada duri-duri yang akan menyelimuti diri 
dan tanpa sadar
telah ber Tuhan kan kekosongan
ber Tuhan kan ke hampa an
ber Tuhan kan ke T1ada an


sesungguhnya rasa/zauq itu
masih didalam sifat jamal - Nya
dan bukan itulah akhir perjalanan

namun itu barulah awal perjalanan untuk melangkah 
di "Arsy Tuhan"
dan akhirnya
"menengok rahasia kalam"


apakah mutiara-mutiara indah yang sangat berkilauan itu ...?

itulah 
Zikir / Zikrullah


semakin banyak berzikir/zikrullah dengan bermacam-macam zikir (mutiara)
maka semakin terhijab

jika
masih terpandang ma siwa Allah (sesuatu)
masih terpandang akan diri :
"aku ini berzikir"
"aku ini beramal"
"aku ini berthoreqoh"
"aku ini bermursyid"
aku ini ber makrifat"
dll...dll...

maka akan timbul suatu penekanan akan sesuatu

jika penekanan "akan sesuatu" itu telah menjadi pandangan bathinnya
maka hijab telah menutupi Qalb dari nurNya yang nyata

ia melihat akan nur
tetapi yang terlihat bukanlah nur yang sesungguhnya
melainkan BAYANGAN daripada nur

maka BAYANGAN tetaplah BAYANGAN
sampai kapanpun tetaplah BAYANGAN
dan BAYANGAN bukanlah yang punya BAYANG


bulan nyata terlihat tetapi tiada diketahui
karena yang diketahui hanya kenyataan bulan di atas danau 
dan bathin lalai bahwa sesungguhnya yang ada di danau itu bukan bulan
melainkan hanya BAYANGAN dari sang bulan


maka 
lihatlah bulan yang terang 
dan cahayanya sangat menyejukkan itu dan mendamaikan qalb itu sangat nyata dan indah
bukan dimana-mana 
tetapi ada dimana-mana

maka untuk masuk ke jalan itu :

lepaskan lah tubumu ...
lepaskan lah hatimu ...
lepaskan lah jiwamu ...
lepaskan lah ruhmu ...
lepaskan lah aku mu...

hingga engkau tak bertubuh jasad lagi
tidak berhati lagi
tidak berjiwa lagi
tidak ber ruh lagi
dan tidak ber aku lagi

pandanglah yang memandang

dan rasakan yang merasakan

maka engkau TIDAK ADA
maka engkau kosong
maka engkau hampa

bukan Al - Haq yang tidak ada
bukan Al - Haq yang kosong itu
bukan Al - Haq yang hampa itu

melainkan dirimulah yang kosong itu
dirimulah yang T1ada
dirimulah yang hampa dan sunyi itu

dan tidak boleh dua, tiga, empat atau banyak yang mengisi kekosongan itu 
melainkan hanya satu yang ber hak untuk mengisi kekosongan itu
yaitu Al - Haq


dirimu bukanlah dirimu
karena dirimu kosong 
dan Al-Haq lah yang ada pada kekosongan itu

jika dirimu sudah kosong karena memang kosong
jika dirimu sudah tidak ada karna memang tidak ada

maka yang manakah yang disebut ego ... ?
maka yang manakah yang disebut nafsu ... ?
maka yang manakah yang disebut aku ... ?
maka semuanyapun tidak ada / kosong
karana memang kosong / tidak ada / T1ada

maka jika ada bantah membantah
maka jika ada sanggah menyanggah
maka jika ada hujat menghujat

selama itu engkau masih belum kosong dari kedirianmu
maka itulah hijab / tirai yang sangat tipis bak sehelai rambut dibelah tujuh

nyata ke T1ada an itu menunjukkan nyatanya yang ada
( Al - Haq )


maka matilah sebelum engkau mati 
....................
maka siapakah yang ada setelah kematianmu ... ?

jika engaku sudah mati 
maka engkau sudah tidak ada 
maka siapakah yang ada setelah kematianmu / ke T1ada an mu ... ?
ANA ( AL_HAQ ) yang ada ...


jika hanya Al-Haq yang ada
maka selain itu dalah fatamorgana,
BAYANGAN semu, tidak ada
dan nyatalah Ana (AL-Haq) meliputi pada kekosongan dan ke T1ada an dirimu

dan kekosongan diri / ke T1ada an diri itulah singgasana / kerajaan Tuhan 
dan disitulah Al - Haq bersemayam (Arsy)

bukan di tubuh
bukan pula di hati 
bukan pula di jiwa 
dan juga bukan di ruh


m a k a

DIAM = mati = kosong = tidak ada = LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ......

dan itulah diri yang bernama Pije, Teguh, Rijal, Syukri, Siti, Syifa, Laila,
dll ..... dll ...... dll...


dari kosong maka akan kembali kosong

dari tidak ada maka akan kembali tidak ada








Jumat, 05 April 2013

SULUK SHOLAT RUH





dalam sholat ruh
yang ber mi'raj di hadirat Tuhannya,

Ruh Jasmani di Alam Mulki
Ruhani di Alam Malakut
Ruh Idhofi di Alam Jabarut
Ruhul Qudus di Alam Lahut


menyatulah ia dengan Tuhannya
maka nyatalah baginya

ruh yang suci kembali kepada yang suci

dia lah yang sholat
dia lah yang mi'raj

seperti ia kembali ke asalnya
seperti ia pulang kepada yang menghidupkannya


ruh yang menyatu
hingga sirnah ruang dan waktu

sholat pun berlalu ...
sholat pun bersatu ...

menjadi suh dalam hening
bening dalam agung keagungan

hanya sendiri

dirinya sendiri











SULUK SHOLAT WUSTHO (HATI)





dalam tubuh ada hati yang bercermin setiap waktu

karena ia cerminnya sendiri

ketika ia sholat, itulah sholatnya
memuji Tuhannya, memandang Tuhannya tanpa batas waktu
tanpa ruang yang menentu

setiap gerak hati adalah rakaatnya
setiap lapis kedalaman hati adalah khusu'nya

inilah zikir hati dalam sholat
inilah dialog hati dalam sholat

menggerakkan setiap lathifah dalam diri
hingga diri lebur dalam puji kepada-Nya

hati hanya tunggal dengan tujuannya
hati hanya lebur dengan tujuannya

maka mi'raj hati hanya dengan rasa
maka mi'raj hati hanya lebur dengan Tuhannya


perjalanan hati dalam sholatnya me nafi kan kesyirikan yang tersembunyi
me nafi kan peng aku an dalam diri

yang ada hanya kekasihnya
yang ada hanya pandangnya

pada cermin yang tunggal
pada rasa kesadaran

selama waktu
hati menjalani sholatnya

selama waktu 
hati menzikirkan Tuhannya

setiap ruang
hati menjalani sholatnya

setiap ruang
hati menzikirkan Tuhannya


sholat hati
sholat bersama raganya

sholat hati
sholat selalu bersamanya









PELIHARALAH SEMUA SHOLATMU DAN SHOLAT WUSTHA.
BERDIRILAH UNTUK ALLAH (DALAM SHOLAT)
YANG KHUSU'
( QS.  AL-Baqarah /2 : 238 )